Senin, 18 Agustus 2008

MULAILAH BERPIKIR KRITIS

Pada saat harga BBM naik, yang melibatkan protes mahasiswa, DPR, badan eksekutif, dan masyarakat banyak. Apa artinya semua ini?

Pastinya demokrasi. Kita bisa beranggapan bahwa generasi muda sudah memiliki kemampuan berpikir yang advanced.

Good thinking is an important element of life success in the information age.

Menurut saya kegiatan berpikir adalah kegiatan yang mulia dan merupakan anugerah Tuhan yang paling besar bagi manusia, karena tidak ada mahluk lain di dunia ini yang bisa berpikir dengan cara secanggih manusia.dengan kemampuannya berpikirlah manusia dapat menggambarkan isi dunia ini. Dna dengan adanya pemikiran-pemikiran yang sudah di uji oleh masyarakat, kita bisa yakin bahwa bangsa kita sudah mengalami kemajuan dalam proses berpikirnya.

Aturan yang diajarkan orang tua kita dulu untuk tidak membantah, berdebat untuk menjunjung harmoni, kita sadari menjadi penyebab tidak suburnya cara berpikir kita.

Kesempatan untuk menumbuhkan dan mematangkan keputusan dan konsep justru dari diadunya pendapat kita dengan kritik, pertanyaan, keraguan orang lain, bahkan setelah perdebatan sengit. Yang paling penting, sikap mental juga perlu kita siapkan untuk memberi dan menerima kritik dan sanggahan.

Para ahli menyarankan agar focus pada isu bukan orangnya, sebagai landasan sikap rasional yang perlu dikembangkan dalam menembak masalah, menelurkan solusi, dan bukan mengumbar emosi dan kesalahan.

Disini, kitapun harus mawas diri bahwa kita sering terjebak berselisih paham, karena kita tidak sealiran atau tidak menyukai individu yang berpendapat.

Sikap asbun (asal bunyi) sering juiga disebut asal ngomong, tanpa berlatih bertanggung jawab terhadap tindak lanjut pendapatnya, malahan bisa menjatuh kan harga diri dan kewibawaan kita sendiri.

Namun demikian, masih banyak kita temui orang yang berpendapat tapi tidak bertanggung jawab.Pernyataan yang di lempar tanpa di follow up, akan menyulitkan orang lain jika tanpa diserta dengan tanggung jawab untuk mencari solusi bukanlah seorang pembuka diskusi yang sehat. Orang yang ingin masuk ke dalam kancah perdebatan intelektual, perlu berlatih mencermati gejala, tulisan tindakan atau keputusan dengan hati-hati dalam berusaha mendapatkan inti dari isu tersebut.seruan “turunkan BBM”, “turunkan sembako”, akan lebih intelek bila yang berseru telah mempelajari , apakah gejala kenaikan BBM ini melulu disebabkan oleh korupsi atau gejala yang mendunia. Kita pun perlu membedakan fakta dari pendapat, kasus dari gejala umum, membersihkan bias, selain tidak berpikir “hitam putih” saja, dan membuka diri terhadap segala kemungkinan yang kita sebelumnya tidak tahu.

Manusia, tidak terlepas dari berapa usianya, sering tidak menyadari kesalahan berpikirnya. Ada yang dari muda sampai tua tetap keras kepala, ada juga yang tidak pernah sadar bahwa ia “sok tahu”, menyakini sesuatu tanpa pernah meng up date ataupun mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Banyak juga orang berpendapat bahwa kekuatan berpikir berkorelasi besar dengan IQ, tingkat kecerdasan. Bila ada orang pintar berpendapat, orang cenderung meng-iya-kan, dan setuju. Fenomena ”tunduk pada yang cerdas” ini sering menumbuhkan sikap submisif dalam kegiatan mengasah cara berpikir kita. Sebenarnya cara berpikir kita bisa dikembangkan dengan cara yang simpel : memelihara kegiatan mempertanyakan, beranggapan bahwa semua kebenaran itu sementara, dan bersikap undogmatic.Kegiatan ini sudah bisa kita cermati di acara-acara debat di televisi maupun radio. Hanya saja kalo bener-bener ingin sehat, kitapun perlu menyadari bahwa otak hanya bisa menyerap sedikit informasi dibandingkan informasi yang tersedia, mengenai suatu isu. Bila kita ingin diterima sebagai pemikir obyektif, kita perlu siap membuka pikiran selayaknya seorang anak sekolah, menyerap informasi sebanyak-banyaknya, baru kemudian memilah dan menyaring sehingga presisi, akurasi, relevansi, logika, dan kedalaman bisa tercapai secara optimal.

Mudah-mudahan dengan tulisan diatas kita maju dan jadi pintar sambil tetap perlu memiliki ruang untuk berpikir inovatif dan kreatif.

Tidak ada komentar: